Guys, gue ada tugas penelitian kecil untuk matakuliah Arsitektur Perilaku. Kali ini, gue butuh responden sebanyak-banyaknya. Tenang aja, identitas tidak disebutkan, karena gue membutuhkan datanya saja.
Personal Space
Menurut Robert Sommer (1969), personal space dalah suatu area
dengan suatu batas tak terlihat di sekitar badan manusia dimana orang lain
(diluar manusia tersebut) tidak boleh memasukinya (invisible bubble). Ada 3 faktor yang mempengaruhi personal space, yaitu faktor individu, faktor interpersonal dan faktor situasional.
Ada juga istilah Personal Space Intrusion. Goffman
(1971) menjelaskan satu bentuk intrusi sebagai suatu "ecological placement
of the body" di dekat orang lain atau penggunaan bagian dari orang lain
secara tidak tepat (menyentuh, atau dengan lirikan mata, pandangan menghujam,
mencampuri pekerjaan / urusan orang lain, memberi pertanyaan2 tertentu dan juga
melalui nafas). Namun tidak semua intrusi mengasilkan ancaman yang sama besar
(bervariasi pada intruder yang berbeda).
Contohnya seperti studi yang dilakukan oleh Fry & Willies pada tahun 1971, yang meneliti anak kecil berusia diatas lima tahun sebagai intruder, dengan hasil :
- 5 tahun mendapat respon positif (as a cute child)
- 8 tahun lebih banyak diacuhkan
- 10 tahun mendapat respon negatif
Nah, dalam kasus ini, gue meneliti bagaimana sosial media berperan dalam personal space seseorang, apakah meluaskan pergaulan atau menggantikan pergaulan nyata menjadi maya, apakah dengan adanya sosial media maka radius personal space seseorang berubah menyempit atau tidak berubah, dan "apakah-apakah" lainnya.





