Ya ampun, lama banget gak nulis. Hidup gue lagi chaos sama urusan-urusan duniawi dan lain-lain. Mungkin suatu saat malah jadi content dalam blog ini. Anggap aja pecah telur dari ke-vacuum-an gue nulis kemaren, gue mau kasih cerita lanjutan tentang Cinta Dua Dunia Antara Guza dan Salar.
Sudah dari pagi Guza kasak kusuk bolak-balik, keluar masuk kantor dengan muka kusut dan kusam. Keringat sudah bercucuran. Hari ini Guza memang mengurus supplier bahan bangunan untuk pembangunan kost-kostan di salah satu sudut kota ini. Jam tangan menunjukkan waktu pukul 13.05 WIB. Lelah. Panas matahari terlalu terik siang ini. Otak terasa leleh dan menetes bersamaan dengan keringat yang mengalir tanpa jeda. Guza duduk diam menghadap kipas angin.
"Dari mana sih kamu?" Salar tiba-tiba muncul didepan Guza, lebih tepatnya dibelakang kipas yang menghadap pada Guza dan sibuk membantunya mendinginkan badan. Dasar hantu.
*****
Sudah dari pagi Guza kasak kusuk bolak-balik, keluar masuk kantor dengan muka kusut dan kusam. Keringat sudah bercucuran. Hari ini Guza memang mengurus supplier bahan bangunan untuk pembangunan kost-kostan di salah satu sudut kota ini. Jam tangan menunjukkan waktu pukul 13.05 WIB. Lelah. Panas matahari terlalu terik siang ini. Otak terasa leleh dan menetes bersamaan dengan keringat yang mengalir tanpa jeda. Guza duduk diam menghadap kipas angin.
"Dari mana sih kamu?" Salar tiba-tiba muncul didepan Guza, lebih tepatnya dibelakang kipas yang menghadap pada Guza dan sibuk membantunya mendinginkan badan. Dasar hantu.


