Senin malam, gue masuk ke markas yang saat itu lebih mirip kaleng sarden daripada rumah. Ramai banget dan isinya temen-temen kru film adik gue yang kuliah di jurusan Komunikasi. Gue gak mau ganggu. Gue langsung masuk ke ruang kerja gue, keluarin laptop dan online. Ada yang beda kali ini di markas. Semacam, mmmmmm, hawanya lebih panas dan gak enak banget. Kalau dibilang ini akibat perokok-perokok aktif yang ada di dalam ruangan, kayaknya bukan. Biasanya juga gitu, tapi hawanya gak pernah separah ini.
![]() |
| Sumber Gambar : http://2.bp.blogspot.com/-SSfcdVp1fkw/UFXnNSki29I/ AAAAAAAABMI/8eF7X3BoTk4/s400/Take-Action.jpg |
Bermimpi, merupakan hal yang paling manusiawi. Dari mimpi, manusia punya kekuatan untuk menjadikannya nyata. Banyak jalan, banyak cara, banyak yang bisa dilakukan untuk mencapai impian. Ada tahapan mutlak untuk menggapai impian atau keinginan.
Engkau hadir disetiap gundahku
Engkau menjadi teman disetiap malamku
Engkau membantu disetiap sibukku
Engkau menghibur disetiap suntuk menyerangku
Engkau mempertemukanku dengan orang banyak
Engkau selalu sanggup menjadi jendelaku
Engkau mengiringi kemanapun aku melangkah
Engkau juga yang mendampingi dimanapun aku berada
Gue baru saja melihat bayi yang digendong ibunya dikasir sebuah toko. Kasirnya tiba-tiba bertingkah seperti anak kecil, menjulurkan lidah dan menggoda bayi tersebut, tidak peduli dilihat orang-orang yang mengantri. Sang ibu pun bertingkah seperti bocah juga, sang ibu mengucapkan terimakasih dan pamit pada kasir dengan nada bicara yang dibuat imut seperti anak kecil, dan si kasir merespon dengan cara anak kecil pula. Padahal si bayi hanya menatap mereka, tidak berbicara apalagi bertindak. Tapi pengaruhnya begitu instan mengenai sang ibu dan si kasir. Kejadian ini membuat gue sadar 1 hal, bahwa anak kecillah yang memiliki kekuatan terbesar dibumi. Lebay? Ah gak juga. Gue coba jelasin deh isi pikiran gue. Mudah-mudahan bisa dipahami, mengapa anak kecil yang memiliki kekuatan, kekuasaan dan pengaruh terbesar di bumi ini.
Hari selasa, tanggal 1 Oktober 2013, gue dapat telpon dari seorang pemilik perusahaan konsultan. Doi minta gue untuk sediakan waktu untuk bertemu. Akhirnya kami ketemuan di 7eleven Durentiga, Jaksel. Gue diajak untuk gabung dalam proyek perumahan di daerah Rorotan. Doi ngeluarin gambar yang digoreskan dikertas yang sudah lama banget gak gue liat. Milimeter block!! hahaha.. Pertanyaan gue pertama setelah melihat gambar ini adalah,"Bang, ini yang gambar arsitek umur berapa?" Hahahahaha.
Berapa persen nih mahasiswa yang gak punya koneksi internet di kontrakan atau di kost? Dan berapa persen juga mahasiswa yang punya?
Ngeliat dari realita yang ada sih, anak muda kebanyakannya punya, karena memang kebutuhannya seperti itu. Ada istilah "kuliah online", "perpustakaan online", "pengumpulan tugas online", "KRS atau Key In online", "pengumuman online". Bahkan nanya tugas ke temen untuk minta contoh tugas dia, do'i malah dimintain alamat email untuk kirim soft-file nya. Semua serba online kan? Gw rasa itu cukup untuk membuat seorang mahasiswa merasa koneksi pribadi harus ada diruangnya, biar gak usah lagi ke warnet atau jauh-jauh ke kafe tengah malam karena ada tugas dateline yang harus dikumpulkan tengah malam. --NB: dan gaya belajar yang seperti ini udah merepet ke makhluk-makhluk yang masih SMA--
image source : http://www.hdwallpapers.in/walls/rising_sun_in_space-normal.jpg
Lihatlah teriknya yang menghiasi pagi
Lihatlah teriknya yang menghiasi pagi
Perhatikan cahayanya yang menerangi dunia
Rasakan kedamaiannya ketika petang menjelang
Adakah rasa gundah ketika dia ada?
Amati apa yang dia lakukan demi dunia
Pelajari manfaatnya terhadap mahkluk hidup
Telitilah karya yang tercipta karena adanya dia
Tidakkah semua ini indah dan sempurna?
Hitam.....
Kegelapan malam yang kita pilih demi sebuah pengakuan
Gelap......Hening......
Seakan kita tidak peduli tentang terang
Sepertinya kita menikmati kesunyiannya
Bahkan kita tak mau beranjak dari kesendirian kita
| image : http://i499.photobucket.com/albums/rr355/zhombee/download15.jpg |
Entah gue gak update atau gimana, yang jelas gue baru lihat video seseorang yang menggunakan istilah-istilah "langit" untuk melejitkan wibawanya. Postingan ini adalah media gue untuk memberikan respon terhadap video tersebut, lebih tepatnya orang yang ada didalamnya. Tentu saja ini bukan hanya untuk orang itu, tapi untuk jadi bahan renungan bagi kita semua, agar tidak terjadi fluktuasi bahasa yang mengarah pada memperparah kekacauan EYD dalam berkomunikasi dalam komunitas.
Please, semua usaha lo akan menghasilkan suatu antonim dari yang lo inginkan. Lo yang mau terlihat hebat, malah jadi bahan hinaan orang banyak. Usaha itu hanya akan mengkudeta semua wibawa lo, karena khalayak umum akan mengapresiasi apa yang lo ucap dan lakukan.
| image : http://candornews.files.wordpress.com/2012/07/anxiety_depression_may_raise_stroke_risk.jpg |
Pernah dengar dong 3 serangkai kata tersebut? atau malah pernah mengucapkannya?
Allah adalah Maha dalam segala hal, termasuk Keadilan. Yang Maha Adil adalah salah satu nama Allah di asmaul husna. Kok berani banget melawan apa yang diakui Allah. Elo siapa? Elo cuma hamba, budak, pengabdi Allah, karena yang ciptain elo itu ya Allah. Bukan yang lain atau mendadak ada secara kebetulan. Stres sih boleh, depresi juga silahkan, manusiawi kok. Tapi gak dengan menghina Allah bisa kan?





